Past Future Continuous : Visitpare.Com

Dua Hal yang Harus diketahui tentang Past Future Continuous sebelum Masuk Rumus
Jika melihat dari struktur perumusannya memang Past Future Continuous berbeda dengan 15 tenses lainnya. Digunakan untuk menjelaskan kejadian yang akan terjadi dengan penggunaan waktu di masa lampau, bingung? Mudahnya penggambarannya seperti pengandaian atau imajinasi. Berikut dua hal perlu diketahui tentang Past Future Continuous.

1. Lebih Sulit Dipelajari daripada Tenses Lainnya
Mungkin ketika Anda melihat rumusnya lalu membuat kalimat terasa sangat mudah, tetapi jika diterapkan melalui contoh soal dan membedakannya dengan tenses lainnya sulit menentukannya. Oleh sebab itulah mengapa dikatakan lebih sulit dipelajari, mengingat penggunaan waktunya lampau tetapi menggambarkan kejadian akan terjadi.

Menggunakan pengandaian sebagai sebuah kalimat tetapi belum tentu juga kalimatnya seperti imajinasi. Sedangkan imajinasi sendiri lebih merujuk pada hal tidak pernah terjadi, misalnya saja “He should be flying to the moon” impossible things. Namun kalimatnya tak sebatas itu, tetapi juga “Dian should not be crushing their relationship” relate, tetapi belum terjadi.

2. Terbentuk dari 3 Rumus Tenses Disimpulkan Menjadi Satu
Seperti yang sudah diketahui bahwa Past Future Continuous terdiri dari, past, future, dan continuous tense sehingga perumusannya disimpulkan melalui ketiga rumus jenis tenses tersebut. Dilihat dari poin ini sudah sedikit terbukti bahwa memang mempelajarinya tidak semudah perumusan kalimat sesuai waktu lainnya.

Oleh sebab itu sebaiknya Anda mempelajari dengan baik dan benar pembahasan yang akan dijelaskan berikut ini. Mengingat menggunakannya mungkin mudah tetapi menerapkannya pada perbedaan antara jenis tenses lainnya akan sangat menjebak serta sulit. Dibutuhkan tingkat ketelitian sangat tinggi.

Pada dasarnya mempelajari penguasaan Bahasa Inggris memang sulit, tidak semudah yang dibayangkan. Hal tersebut karena pembahasannya banyak, materinya bermacam-macam sehingga untuk proses pemahamannya membutuhkan waktu lama termasuk Past Future Continuous.

Apa Itu Past Future Continuous Tense?
Tenses yang dibagi menjadi 16 jenis mencakup aturan untuk mengungkapkan kalimat bersifat masa lalu namun akan sedang terjadi. Jenis tense ini memang cukup membingungkan jika tidak dipahami dengan baik. Tenses satu ini biasa disebut dengan Past Future Progressive.

Artinya adalah bentuk atau pola kalimat yang menunjukkan suatu kejadian atau keadaan pada yang akan terjadi. Namun waktu tersebut berada di masa lampau. Sehingga penggambarannya sama seperti imajinasi yang akan terjadi di masa lalu. Jadi, kegiatan atau kejadian tersebut belum selesai dilakukan.

Past Future Continuous ini berbeda dengan 15 jenis tenses lainnya. Pola kalimat, fungsi, ciri-ciri, dan penggunaan katanya pun berbeda. Perlu diketahui bahwa tenses yang satu ini menjadikan Simple Past Tenses sebagai induk kalimat.

Dimana induk kalimat tersebut berguna untuk menjelaskan sesuatu yang akan terjadi dalam bentuk dugaan. Sehingga kalimat tersebut berisi tentang peristiwa yang bersifat perkiraan dan kejadiannya terjadi di masa lampau.

Memang tidak mudah untuk memahami tenses yang satu ini. Mengingat jenis tenses ini memiliki nama hampir sama dengan tenses lainnya. Kemudian tenses ini juga menggabungkan kejadian dimana sesuatu sedang akan terjadi namun waktunya berada di masa lampau.

Rumus Pola Kalimat
Setelah mengetahui pengertiannya, anda perlu mengetahui rumus yang digunakan untuk menyusun kalimat. Sama seperti jenis tenses lainnya, tenses ini memiliki pola kalimat tersendiri.

Dimana rumusnya terdiri dari tiga bentuk kalimat. Diantaranya adalah Continuous tenses dengan rumus be + verb -ing. Kemudian bentuk Future tenses dengan rumus Will + Verb 1. Lalu bentuk Past Tenses dengan rumus Verb 2.

Ringkasnya, rumus Past Future Continuous menggunakan tiga bentuk tenses sekaligus. Sehingga menghasilkan rumus S + Would + Be + Verb 1 + -ing. Rumus ini masih dibagi lagi menjadi tiga jenis kalimat, diantaranya adalah:

Kalimat Positif
Pada kalimat positif, rumus yang digunakan tidak ada perubahan sama sekali. Kalimat ini biasa digunakan dan diungkapkan secara jelas.

Rumus : S + Should atau Would + V-ing + O

Uncle Bobby should be working hard (Paman Bobby akan sedang bekerja keras)
She would be listening to the music ( Dia akan sedang mendengarkan musik)
Kalimat Negatif
Rumus Past Future Continuous untuk kalimat negatif sama seperti kalimat positif. Hanya saja ada penambahan kata yang berarti penolakan atau keterbalikan. Kata tersebut adalah “not” yang memang lazim digunakan sebagai lawan keadaan.

Rumus : S + Would atau Should + Not +V -ing + O

Uncle Bobby should not be working hard (Paman Bobby tidak akan sedang bekerja keras)
She would not be listening to the music (Dia tidak akan sedang mendengarkan musik)
Kalimat Interogatif atau Kalimat Tanya
Rumus yang digunakan pada kalimat tanya sedikit berbeda dengan kedua rumus diatas. Sebab, untuk partikel Should atau Would diletakkan di awal kalimat sebagai kata tanya. Kemudian subjek diletakkan setelah kata tanya.

Rumus : Should atau Would + S + V-ing + O + ?

Should Uncle Bobby be working hard?
Would he be listening to the music
Beberapa rumus diatas sangat penting untuk diperhatikan. Terutama untuk penggunaan partikel dan juga kata kerja. Sebab, hal yang paling berpengaruh adalah kata kerja dan juga partikel yang digunakan.

Fungsi
Penggunaan tenses ini harus menggunakan pola kalimat yang sesuai dengan rumusnya. Sehingga fungsi dari tenses ini tidak berubah. Sebab, jika penggunaannya salah, maka pola kalimatnya juga tidak tepat. Fungsinya pun akan berubah. Berikut ini beberapa fungsi dari Past Future Continuous.

1. Menyatakan Sesuatu Kejadian yang Akan Terjadi di Masa Lampau
Tenses ini menerangkan suatu kejadian yang akan sedang terjadi namun di masa lampau. Sehingga kejadian ini belum dikerjakan atau dilakukan.

Contoh: I should be sweeping this floor (Aku sedang akan menyapu lantai ini)

2. Menyatakan Sesuatu Kejadian yang Seharusnya Terjadi di Masa Lampau
Suatu kejadian biasanya diharapkan terjadi di masa lalu. Bisa dikatakan kejadian ini adalah rencana yang seharusnya dilakukan namun tidak dilakukan. Kata kerja bantu yang digunakan pada pola kalimat ini adalah Would.

Contoh : I would be finishing my homework in the night yesterday (Aku seharusnya sedang mengerjakan PR ku di malam hari kemarin).

3. Menyatakan Sesuatu Dalam Bentuk Kalimat Tidak Langsung ( Inderect Speech )
Past Future Continuous juga digunakan dalam pola kalimat tidak langsung atau Inderect Speech. Kalimat ini juga menyatakan suatu kejadian yang akan sedang terjadi di masa lampau. Pada pola kalimat tidak langsung terdapat kata “that” sebagai penghubung

Contoh : My Father said that she would be going to the hospital to see his friends (Ayahku berkata bahwa dia akan sedang pergi ke rumah sakit untuk melihat temannya).

Apa Ciri-Ciri Past Future Continuous?
Setiap tenses hadir dengan ciri dab karakteristik yang berbeda-beda. Begitupun dengan tenses yang satu. Ciri-ciri ini digunakan sebagai pembeda sekaligus mempermudah seseorang untuk mengenali pola kalimat sebuah tenses. Berikut ini ciri-ciri beserta penjelasannya.

Menggunakan sebuah predikat yang sering digunakan. S + Should atau Would + Present Participle. Sehingga bisa dijadikan tanda bahwa kalimat tersebut menggunakan tenses Past Future Continuous. Contoh : My brother should be sleeping here (Adikku akan sedang tidur disini)
Kata atau partikel “be” diletakkan disamping kata kerja Should atau Would. Kemudian ditambah dengan Present Participle. Sehingga memiliki arti sedang dilakukan. Contoh: I should be finishing the message for our teacher ( Aku akan sedang mengirim pesan untuk guru kita ).
Dalam Past Future Continuous juga dikenal dengan time signal atau keterangan waktu. Semua tenses juga memiliki time signal atau keterangan waktu tersendiri. Sebab, kejadian yang diungkapkan memiliki waktu yang berbeda-beda.

Sumber Referensi :